Yayasan KDM

Obrolan Seru #BeriPeluangBukanUang, Tebarkan Semangat Peduli Anak Jalanan

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya kegiatan Exciting Talks #BeriPeluangBukanUang ditetapkan pada 8 Februari 2020. Dengan mengambil lokasi di Ruang Rapat 1 dan 2 Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, acara yang digagas KDM ini berjalan dengan lancar.

Tujuan diadakannya Obrolan Seru #BeriPeluangBukanUang adalah melibatkan banyak orang untuk peduli terhadap anak jalanan dan mereka yang termasuk dalam kelompok marjinal. Semoga setelah mendengar sharing dari orang-orang yang terlibat langsung dalam memberikan kesempatan dan adik-adik yang sudah berpengalaman di jalanan, muncul ide-ide baru untuk memberdayakan anak jalanan atau yang kini berada di tempat yang aman.

Hari itu, ada sembilan pembicara. Pada sesi pertama, ada empat orang yang berlatar belakang jalanan dan merupakan bagian dari keluarga kelompok marginal. Sesi ini sangat mengharukan karena para pembicara dengan jujur ​​mengungkapkan masa lalu mereka dan mengatakan bahwa mereka tidak ingin tinggal di sana lagi.

Sesi kedua diisi dengan orang-orang yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak dengan pengalaman di jalanan. Dari KDM, ada Kak Gracia Lestari Tandige, lalu Kak Gerald Kaliey dari komunitas Sahabat Anak, lalu Pak Manuel (pengurus perusahaan import daging), lalu Ibu Fida, psikolog. Hadir pula Bapak Prayitno yang merupakan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Provinsi DKI Jakarta. Baik sesi satu maupun sesi kedua dimoderatori oleh Kak Jessica Hutting dari KDM.

Selain talk show, acara juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak KDM melalui ansambel angklung dan tari modern. Foto bersama merupakan kegiatan penutup di akhir pekan.

Obrolan Seru #BeriPeluangBukanUang tidak bisa terlaksana tanpa dukungan dari Campaign.Com, sebuah perusahaan startup yang bertujuan membawa perubahan positif di masyarakat. Terima kasih kakak-kakak dari Campaign karena sudah mau berkolaborasi. Semoga kita bisa melakukannya lagi di masa mendatang.

Musim Baru Cook4Change

Kegiatan Cook4Change tahun ini diawali dengan evaluasi menyeluruh, dimana Ibu Ana dan Ibu Marie selaku koordinator kegiatan Cook4Change duduk bersama seluruh siswa Kelas Merah untuk mengevaluasi dan mengulas bagaimana Cook4Change berjalan pada semester yang lalu. Bersama-sama mereka juga bertukar pikiran tentang beberapa ide untuk meningkatkan Cook4Change dan membuat kegiatan lebih menarik dan bermakna bagi anak-anak dan para relawan.

Karenanya, berdasarkan evaluasi, kegiatan cook4change pada 6 Februari berjalan dengan baik dengan rutinitas yang segar. Dalam rutinitas baru ini, siswa dibagi menjadi empat kelompok dimana mereka bertanggung jawab atas satu tugas tertentu. Ada tiga hidangan yang harus dimasak oleh siswa, yaitu: Hunter’s chicken, Spicy pasta, dan apple tart.

Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang, oleh karena itu semuanya ada hubungannya dengan kegiatan kelas, termasuk seorang siswa baru yang baru saja tiba minggu itu di kelas Merah. Para siswa sangat senang dan bersemangat, mereka juga mendapat lebih banyak kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris mereka karena mereka harus membaca instruksi memasak dalam bahasa Inggris dan ketika mereka membutuhkan bimbingan, mereka harus menanyakannya kepada sukarelawan asing di kelas. Di akhir kelas, ada evaluasi menyeluruh lainnya di mana siswa mengatakan apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka sukai dari kegiatan tersebut. Sebagian besar siswa mengatakan bahwa mereka sangat menikmati rutinitas baru tersebut. Mereka merasa bahwa setiap orang berkontribusi dan semua orang mempraktikkan keterampilan memasak dan bahasa Inggris mereka. Berdasarkan evaluasi, diputuskan bahwa kelas cook4change akan menggunakan rutinitas yang sama di pertemuan berikutnya.

Terima kasih kepada Ibu Ana, Ibu Marie dan semua relawan PER yang telah dan selalu bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman belajar terbaik.

Lihat lebih banyak foto dari aktivitas ini: https://photos.app.goo.gl/6xDXZnhYRzNMgqpA7

Program Liburan Semester Sekolah

Sejak merebaknya berita tentang Covid-19, kami sudah mulai mengantisipasi dan mempelajari lebih lanjut tentang situasi ini. Melalui berbagai sumber dan materi, tim edukasi menyesuaikan konten pembelajaran dengan membahas Covid-19, cara penularannya dan cara pencegahannya. Anak-anak memperhatikan diskusi dan setuju untuk mematuhi aturan yang dibuat bersama.

Kami melakukan beberapa penyesuaian terhadap kegiatan, selain karena Maret lalu adalah masa evaluasi dan libur semester program pendidikan di KDM. Kegiatan pengisi waktu libur tidak dilakukan di luar, semua dibatasi di dalam kawasan KDM. Adik-adik khawatir dan takut merasa jenuh dengan kegiatan yang ada di dalamnya, namun dengan adanya panitia kecil bersama adik-adik, kegiatan liburan bisa berjalan seru. Kami menciptakan kegembiraan kami sendiri di asrama. Tim pengasuhan bekerja sama dengan anak-anak dalam mengatur berbagai kegiatan selama 2 minggu liburan sekolah. Hanya adik-adik di asrama yang berpartisipasi dalam kegiatan kali ini.

Pada laporan semester hari ini, tidak ada orang tua anak yang datang mendampingi hasil belajarnya. Kebanyakan adik juga tidak bisa pulang untuk bertemu orang tuanya karena alasan keamanan bersama. Ada beberapa kekhawatiran adik-adik selama pandemi ini. Mereka khawatir jika salah satu keluarga terkena corona, mereka khawatir keluarganya akan kelaparan karena tidak bisa bekerja, khawatir akan terus bosan di asrama dan tidak bisa berlebaran bersama keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka berharap kedepannya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan dalam keadaan sehat. Kami juga berharap teman-teman bisa berkumpul bersama keluarga. #stayathome dan #takecareof hingga semua kondisi membaik.

BOLA Youth Capacity Building Series “Play Based Thinking”

“Play Based Thinking” Youth Capacity Building Series (YCBS) merupakan kerjasama antara KDM dan Right to Play Thailand yang telah berlangsung sejak Februari 2020. Kegiatan ini merupakan bagian dari ASEAN Sports for Development, Peace and Leadership yang didukung oleh Sekretariat ASEAN dan Kementerian Luar Negeri Norwegia. Pada awal pelaksanaan, ada 24 anak usia 13-17 tahun berasal dari enam lembaga mitra pelaksana program BOLA yang mengikuti. YCBS diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir anak melalui permainan, diskusi kelompok dan tugas mandiri. Ada enam keterampilan berpikir yang dikembangkan di YCBS, yaitu berpikir kritis, kreativitas, pengambilan keputusan, perencanaan dan pengorganisasian, pemecahan masalah, dan rencana pengembangan diri. Bersama anak-anak BOLA, kegiatan tersebut telah berlangsung sebanyak tiga kali yaitu pada tanggal 9 dan 23 Februari, serta 8 Maret 2020 di Griya Gusdur, Jakarta Pusat.

Namun, situasi pandemi global Covid19 yang juga berdampak pada Indonesia mengharuskan KDM melakukan beberapa penyesuaian agar kegiatan tetap berjalan. Atas persetujuan Right to Play Thailand, kegiatan yang awalnya diikuti oleh anak-anak dari lembaga mitra, kemudian dialihkan kepada remaja di kelas merah, sebagian di kelas kuning, dan program magang di KDM. Pengalihan kegiatan tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan peserta dan fasilitator, serta upaya pencegahan penyebaran wabah covid19. Dalam hal ini, mengikuti arahan dan peraturan pemerintah Indonesia untuk melakukan pembatasan fisik dan sosial.

Pengalihan kegiatan dimulai dari tanggal 6 hingga 24 April 2020. Dalam 5 kali pertemuan, kami melanjutkan topik pembahasan, mulai dari orientasi tema, perencanaan dan pengorganisasian, pemecahan masalah, dan rencana pengembangan diri. Pada setiap topik, peserta diajak bermain terlebih dahulu, kemudian merefleksikan permainan ke topik tersebut. Misalnya, saat bermain “Minefields”, peserta diminta untuk merencanakan pembagian tugas sebagai sutradara dan pengikut yang ditutup matanya. Secara berkelompok, mereka diminta menentukan kode penunjuk arah yang mudah dipahami selain kata-kata, sehingga mereka bisa sampai di tempat tujuan tanpa menginjak ranjau. Permainan ini bertujuan agar peserta belajar membuat rencana yang matang dan bagaimana melaksanakannya dengan baik guna mencapai tujuan yang telah dibuat.

Dalam setiap pertemuan peserta akan diberikan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan setelah mengikuti sesi. Sebagai bentuk implementasinya, fasilitator juga memberikan pekerjaan yang dilakukan secara mandiri setelah sesi, kemudian mempresentasikannya di sesi berikutnya untuk mendapatkan umpan balik dari peserta lain. Tugas akhir dari rangkaian YCBS ini adalah pembuatan dan penyajian proposal kegiatan oleh peserta pada tanggal 4 Mei 2020. Setelah melaksanakan rangkaian YCBS, kami berharap peserta dapat menggunakan kemampuan berpikirnya sehari-hari, saat menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan mencapai tujuan. Diperlukan pemikiran yang matang agar tidak ada penyesalan karena merasa salah melangkah.

Waspada Virus Corona, KDM Terbitkan Panduan untuk Tamu dan Relawan

Menanggapi kebijakan pemerintah untuk berada di rumah selama dua minggu ke depan, para pengurus harian dari KDM mengambil langkah cepat. Sejak Sabtu lalu (14/3/2020), adik-adik KDM yang tinggal di asrama sudah diberikan penjelasan dan informasi terkait situasi terkini di Indonesia. Semuanya sepakat tinggal di asrama semester ini.

Namun, KDM menyadari bahwa karena alasan-alasan yang kuat, ada orang yang datang berkunjung atau melakukan kegiatan bersama adik-adik. Untuk itu, KDM telah mengeluarkan pedoman yang bertujuan agar semua pihak di KDM merasa aman dan nyaman.

Panduan untuk Tamu / Relawan Selama di Area KDM

  1. Setiap tamu wajib mengikuti pemeriksaan suhu & cuci tangan dengan sabun dan air atau sabun cuci tangan yang terbuat dari alkohol setibanya di KDM. KDM menyediakan sejumlah sabun atau cuci tangan berbahan dasar alkohol di beberapa area.
  2. Mengingat penyebaran virus melalui sentuhan, disarankan kepada tamu untuk meminimalkan sentuhan fisik pada anak seperti berpelukan, berpegangan tangan, berjabat tangan, mencium tangan. Jika ingin menyapa anak-anak, tamu bisa melakukannya melalui lambaian tangan.
  3. Terkait jabat tangan, kegiatan ini bisa dilakukan dengan cara berjabat tangan dari kejauhan.
  4. Usai beraktivitas, para tamu diharapkan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun atau cuci tangan yang berbahan alkohol.
  5. Harap selalu membawa sapu tangan di saku celana atau baju, untuk mengantisipasi batuk atau bersin yang tiba-tiba.

Panduan bagi tamu / relawan yang akan aktif di KDM berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Tertanda
Pengurus Harian Yayasan KDM

Cerita Dari Kantor

Selamat tahun baru 2020 untuk semua sahabat KDM. Kami bersyukur memasuki tahun baru ini dengan semangat baru. Yang lebih istimewa tentunya karena tahun ini KDM telah hadir selama 48 tahun! Perjalanan panjang untuk keluarga besar KDM. Untuk itu kami ber dan bersyukur dan berterima kasih atas setiap dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh sahabat-sahabat dalam pelayanan ini.

Tidak mudah meyakinkan anak-anak dan keluarganya bahwa jalanan bukanlah tempat yang tepat untuk anak-anak bermain atau bekerja. Tantangan ini terus dihadapi sehingga banyak anak yang selamat dan keluar dari jalanan. Awal tahun ini, sudah ada beberapa anak yang berhasil kami temui dan diyakinkan untuk tidak lagi berada di jalan.

Saat ini, kami juga menghadapi tantangan karena pekerja dan relawan berganti. Untuk itu, KDM selalu terbuka dengan teman-teman yang ingin meluangkan waktunya menjadi relawan bagi anak-anak. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk membantu anak-anak Indonesia tumbuh secara optimal, terutama mereka yang sudah dan masih berada di jalanan.

“Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan anak”, ungkapan yang kami yakini bahwa banyak orang perlu menciptakan lingkungan yang layak untuk anak. Kami tunggu kehadiran sahabat-sahabat KDM di kegiatan kita selanjutnya. Salam Lingkungan Layak Anak!

Awali 2020, PER Beri Peluang Besar Kepada Adik-adik di KDM

Pada tanggal 15 Januari 2020, empat orang anak KDM yang mengikuti kelas Cook4Change mendapatkan pengalaman kelas yang berbeda dari kelas Cook4Change sebelumnya. Biasanya pada kelas reguler, Cook4Change dilaksanakan di KDM dengan kegiatan utama belajar tentang latar belakang sebuah masakan dan kemudian bersama dengan teman-teman sekelas dan volunteer memasak di ruang tata boga KDM. Namun kali ini Bayu, Fazri, Angel dan Cindy tidak hanya mendapat kesempatan memasak bersama, tapi juga menyajikan masakan mereka untuk sebuah acara perusahaan.

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Saint Gobain yang selama ini mendukung organisasi PER. Kelas Cook4Change adalah kegiatan yang diinisiasi oleh PER untuk anak-anak KDM. Oleh karena itu,  dengan melibatkan anak-anak kelas Cook4Change dalam menyediakan makanan untuk acara tahunan mereka, PER ingin menunjukkan pada PT Saint Gobain bagaimana dukungan yang mereka berikan pada PER sangat dirasakan manfaatnya oleh anak-anak di KDM.

Kegiatan kelas seperti ini tidak hanya memberikan kesempatan pada Angel, Bayu, Fazri dan Cindy untuk belajar memasak dengan lebih intensif, tetapi mereka juga mendapatkan pengalaman melihat bagaimana dunia kerja di bidang kuliner berlangsung. Melalui interaksi dengan relawan yang mengajar mereka memasak dan tamu-tamu yang mereka sapa dan layani, keempat anak ini juga belajar untuk mengasah kemampuan komunikasi mereka, terutama berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Meski mereka berkegiatan hampir 12 jam dan harus menempuh perjalanan jauh untuk tiba di lokasi memasak, mereka sangat menikmati kegiatan yang mereka lakukan dan menyatakan bahwa mereka belajar banyak hal dari pengalaman yang diberikan. Mereka berharap bisa mendapatkan pengalaman seperti ini lagi.

Respon positif terhadap kegiatan ini juga datang dari para tamu PT Saint Gobain yang mencicipi masakan dan berinteraksi dengan Bayu, Angel, Fazri dan Cindy. Mereka sangat terkesan dengan penyajian, keramahan dan rasa masakan yang disiapkan oleh keempat anak dan relawan PER yang mengajari mereka memasak. Semoga hal ini membuat PT Saint Gobain semakin bersemangat mendukung program-progam seperti yang dikerjakan oleh PER dan KDM.

Terima kasih kepada ibu Marie Lamothe, ibu Ana Dols dan semua relawan dari PER yang dengan penuh semangat, kesabaran dan cinta kasih mau memberikan waktu, material dan pengetahuan untuk anak-anak KDM. Kami percaya hal-hal yang anak-anak pelajari di kelas Cook4Change membekali mereka dengan keterampilan penting untuk masa depan mereka.

Untuk melihat event ini, copy dan paste link berikut: https://photos.google.com/share/AF1QipNmQGBcRMH7QSwJf-P2ND3nVCToJOQyYcltGgdUc-Q0PeklGIgCLTjolT8NGIHqOg?key=LU5HaThXaFlBMGd2VEM3QWZpanVqWWRUWk9YNnRB

Jawab Kebutuhan, Adik-adik Remaja Diperlengkapi dengan Pendidikan Seks

Menjawab kebutuhan para remaja di KDM, pada 3 Januari 2020 tim Pengasuhan dan Partisipasi Anak mengadakan kegiatan edukasi seks yang menghadirkan narasumber Bapak Antonius W. Sapto Wardono, S.Psi, Elt. Adik-adik sangat antusias mengikutinya.

Dalam membawakan materi, Pak Antoni tidak membosankan. Apalagi ditambah sesi ice breaking, membuat suasana sangat menyenangkan.

Selain membawakan materi edukasi, Bapak Antoni juga memoderatori sesi pengakuan antara adik-adik dengan staf. Anak-anak dapat secara terbuka mengungkapkan keinginannya kepada staf, begitu pula sebaliknya.

Acara yang berlangsung beberapa jam itu akhirnya diakhiri dengan foto bersama.

Pergi dan Bermain Bersama di Snowbay

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Mr. Bert Van Den Broeke, pria yang selama ini dianggap oleh KDM sebagai teman lama, mengajak Anak-anak KDM bersama staf dan keluarga untuk pergi ke arena bermain air Snowbay. Tepat pada 9 Januari 2020, kami menuju lokasi yang telah direncanakan.

Setelah sampai, anak-anak dan seluruh keluarga besar KDM yang ikut serta langsung menikmati wahana permainan air tersebut. Karena peraturan usia, ada beberapa kolam yang tidak bisa diikuti oleh yang lebih muda seperti Hurricane dan Tube Coaster.

Syukurlah hari itu semua berjalan dengan baik. Delapan jam di arena Snowbay benar-benar tidak terasa. Semua menikmati waktu dan kebersamaan yang ada.

Terima kasih Mr. Bert, yang mengundang kami semua ke Snowbay. Terima kasih telah membawa kegembiraan tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga seluruh staf dan keluarga. Kepedulian dan perhatian yang Anda berikan benar-benar menyentuh hati kami.

Tolong Korban Banjir, KDM Bentuk Tim Banjir

Memasuki 2020, sebagian wilayah di Jakarta dan Bekasi mengalami banjir. Hujan yang terus turun dari malam sebelumnya mengakibatkan volume air meningkat. Merespon situasi yang terjadi, Board KDM Kak Beny Lumy berinisiatif membentuk tim banjir yang berisikan adik-adik binaan yang telah memasuki usia remaja.

Tugas dari tim banjir ini adalah membantu para anggota keluarga besar dan sahabat dari KDM yang tempatnya terdampak banjir. Dengan dilengkapi sejumlah peralatan kebersihan, adik-adik bersama dengan staf turun tangan menolong yang membutuhkan.

Kak Peter (Staf Rescue KDM) dan Kak Frisca (Sahabat Anak), yang mendapatkan bantuan dari tim banjir KDM menyampaikan rasa terima kasih atas apa yang dilakukan oleh adik-adik remaja dan staf dari KDM.

“Terima kasih banyak untuk Keluarga Besar KDM yang telah membantu saya dan keluarga. Bang Sotar, Rangga, Risky, Bintang, Dion luar biasa sudah mau main lumpur di tempat saya…hehe… Mas Andik, Pak Benny terima kasih koordinasinya dan rekan2 lainnya terima kasih banyak… mohon selalu waspada curah hujan di hulu akan sampai puncaknya di akhir Februari,” tulis Kak Peter.

“Kak Beny, terima kasih banyak utk pelayanan yang diberikan oleh kdm kepada keluarga gue. Puji Tuhan dengan adanya adik-adik dan Pak Didi yang hadir membuat pekerjaan hari ini sangat cepat berlangsung dan jadi lebih ringan dilakukan. Salam dari keluarga gue,” ujar Kak Frisca. Diikutsertakannya adik-adik remaja dalam tim banjir merupakan bagian dari praktik “Dilayani Untuk Melayani” yang merupakan salah satu moto KDM. Dengan latihan seperti ini, berharap ketika adik-adik binaan sudah menyelesaikan program di KDM, mereka menjadi orang-orang dewasa yang peduli kepada orang lain, sekitar mereka.