Yayasan KDM

Masih Pandemi, Ini Kerinduan dari Anak-anak KDM!

Hai teman-teman KDM!

Tidak terasa sekarang sudah memasuki bulan September di tahun 2020. Situasi pandemi saat ini masih berlanjut dengan tren yang semakin meningkat. Semua orang merasakan dampak dari pandemi Covid ini, tidak terkecuali kami di KDM. Kebosanan sangat dirasakan oleh anak-anak di KDM, meski berbagai kegiatan sudah kami lakukan di dalam asrama KDM, namun keinginan untuk keluar lingkungan, bertemu dengan teman-teman di luar, berjumpa dengan keluarga, menjadi kerinduan anak-anak. Bagaimana dengan teman-teman di sana? Semoga tetap bisa bertahan dari kejenuhan ya.

Setiap tahunnya, biasanya kami mendapatkan kunjungan dari teman-teman relawan setiap minggu. Biasanya ada teman-teman dari negara lain yang menjadi relawan selama beberapa minggu dan tinggal di dalam lingkungan KDM, tetapi tidak untuk tahun ini. Semua harus menjaga jarak, membatasi aktivitas bepergian, dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Untuk itu, kegiatan dengan relawan baru bisa dilakukan secara daring dan masih sangat terbatas. Semoga nantinya akan ada lebih banyak ide dan kegiatan lainnya yang dapat kita lakukan bersama relawan.

Kita harus tetap terhubung supaya bisa saling menguatkan di tengah pandemi ini. Kami berterima kasih untuk segala dukungan, perhatian, dan donasi yang telah kami terima dari teman-teman KDM. Kami mendoakan agar kita semua tetap terjaga dan senantiasa sehat dalam melakukan berbagai aktivitas.

Tetap sehat dan semangat untuk melewati masa-masa sulit ini.

Cerita Dari Kantor: Hal Baik dan Sedih Terjadi dalam Beberapa Bulan Ini

Hai sahabat KDM!

Setelah sekian lama, akhirnya kami bisa menyapa Anda kembali melalui newsletter ini. Dalam 3 bulan terakhir situasi di sekitar kita tidak banyak berubah karena Covid-19. Semoga sahabat dimanapun dalam keadaan baik dan sejahtera.

Dari kantor kami, pekerjaan dilanjutkan dengan melakukan penyesuaian tentunya. Sejumlah kegiatan bisa dimulai, namun tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan bersama. Semua semakin terbiasa dengan kebiasaan cuci tangan, memakai masker saat masuk, membatasi kontak fisik dan juga aktivitas di luar rumah.

Kabar baik yang menyemangati kami adalah dukungan terus menerus dari berbagai pihak. Di penghujung Mei, kami dapat memulai proyek usaha tani ubi kayu di Cileungsi dengan bantuan bibit singkong dari salah satu sahabat KDM. Lahan kami di Cileungsi yang tidak ada aktivitas selama 2 tahun terakhir, akhirnya kami pergunakan untuk kegiatan bersama anak. Tak hanya ubi kayu, beberapa anak juga membudidayakan sayur mayur di sana. Kabar baik lainnya adalah di bulan Juli, dimana renovasi rumah anak akhirnya bisa dilakukan. Dengan dukungan donatur, sahabat, dan alumni KDM akhirnya proses perbaikan rumah bisa terlaksana dan diharapkan selesai dalam 3 bulan.

Hidup tidak selalu berjalan dengan baik, ada saat kesedihan datang. Dalam 2 bulan terakhir, kami berduka atas hilangnya beberapa relasi KDM. Juni lalu kami berduka atas meninggalnya Pak Salimi, petugas keamanan di KDM yang juga angkatan pertama di KDM. Ia dikenang sebagai sosok yang sangat peduli, kritis, dan memegang teguh nilai-nilai KDM yang ditanamkan oleh Pak Lumy. Setelah sebulan, kami dikejutkan dengan kepergian Kak Along, alumni KDM lainnya. Kak Along sering membantu KDM dalam hal pemeliharaan fasilitas gedung dan selalu berusaha menghadiri ulang tahun KDM setiap tahunnya. Kami berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Saat ini memang bukan situasi yang terbaik, namun kami selalu bisa belajar dalam segala situasi dan melakukan penyesuaian. Tidak larut dalam rasa takut, cemas, atau jenuh, tetapi berusaha menciptakan suasana yang bahagia, penuh rasa syukur, dan lebih solid sebagai keluarga besar, itulah yang terus kami lakukan dengan anak-anak di KDM. Kami merindukan kehadiran para sahabat di KDM, menikmati waktu bersama, bermain, berbagi, bersama anak-anak. Semoga pandemi ini bisa segera berlalu dan kita akan dipertemukan dalam kesehatan yang baik.

Tetap sehat, aman dan semangat untuk kita semua! Tuhan memberkati

Bekas Jadi Berkat, Beri Semangat untuk Kami Kuat

Pandemi ini membatasi semua aktivitas yang kami lakukan, baik di dalam maupun di luar kompleks asrama KDM. Perasaan cemas, kewaspadaan dan kebosanan juga dialami oleh anak-anak, begitu pula tim pengasuhan kami. Kami berupaya memfasilitasi kegiatan-kegiatan dengan kelompok terbatas melalui kegiatan bercocok tanam dan bermain di KDM Cileungsi. Melalui aktivitas luar ruangan, menikmati alam, kami berharap dapat mengurangi sedikit rasa bosan yang dialami.

Dalam pertemuan kecil, anak-anak menyarankan agar mereka bisa bermain sepeda di luar KDM untuk melihat lingkungan luar. Kami juga mulai memperbaiki beberapa sepeda bekas yang disimpan di gudang. Selama ini sepeda yang digunakan masih terbatas untuk beberapa anak yang sangat membutuhkan kegiatan di luar ruangan seperti belanja bahan dapur dan pelatihan sepak bola. Saat ini kami hanya memiliki 3 sepeda anak dan 3 sepeda besar untuk digunakan. Dengan sepeda yang sudah ada, kami ingin berkendara bersama di luar asrama, menikmati juga rute bersepeda di “Little Ubud”, Cileungsi.

Lewat Instagram, KDM Berbagi Pengalaman Bagaimana Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Di era digital sekarang ini, KDM menyadari bahwa platform seperti Youtube, Instagram, Facebook, Tiktok adalah salah satu media yang tepat untuk menyampaikan pesan kepada publik. Pandemi yang sedang terjadi di dunia semakin mendorong masyarakat untuk menggunakan media sosial.

Oleh karena itu, sejak Juli 2020, KDM telah membuat acara di Instagram yang kami beri nama “KAMIS BAPERAN (Kamis Berbagi Hak dan Perlindungan Anak). Tujuannya agar teman-teman kita mengetahui apa yang kita lakukan dan apa yang menjadi fokus KDM tahun ini.

Sampai tulisan ini dibuat, acara #KamisBAPERAN telah dilaksanakan sebanyak enam kali. Tidak hanya para staf yang berbicara, adik-adik binaan juga diberikan waktu untuk angkat bicara, menyampaikan apa yang mereka alami dan rasakan sesuai dengan topik yang diangkat.

Kami juga sedang merancang program khusus untuk disiarkan di Facebook, Youtube, dan Podcast. Kami berharap melalui ini, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menciptakan lingkungan yang layak. untuk anak-anak dan ingin mengambil bagian dalam mewujudkannya.

Adik-adik KDM Presentasikan Hasil Belajar 10 Minggu

Pada pertengahan Juni 2020, para guru melaksanakan evaluasi pembelajaran selama sepuluh minggu bagi adik-adik binaan. Menariknya, evaluasi kegiatan pembelajaran kali ini dilakukan dengan mengadakan pameran edukasi yang diberi nama Merdeka Belajar, Merdeka Berbagi.

Pada acara “Merdeka Belajar, Merdeka Berbagi”, Para siswa dari kelas biru sampai kelas merah akan mempresentasikan apa yang telah mereka peroleh di kelas. Sebagai informasi, pada semester ini mahasiswa mengikuti sistem pembelajaran baru dimana mereka dapat memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Kelas terbuka meliputi kelas berkebun, seni, ilmu sosial, upcycling, menjahit, makers, dan kelas musik. Namun ada beberapa mata pelajaran yang masih wajib diikuti seluruh siswa, antara lain matematika, IPA, dan bahasa Inggris.

Pameran hasil belajar dilaksanakan pada tanggal 15-19 Juni 2020. Tim guru sepakat bahwa presentasi dilakukan oleh mahasiswa tersebut nantinya akan disiarkan langsung di Instagram @yayasankdm dan Facebook @ kdm.or.id. Pasalnya, rekaman digital nantinya bisa digunakan sebagai portofolionya di masa mendatang.

Bersyukur, kegiatan “Merdeka Belajar. Merdeka Berbagi” berjalan sesuai rencana. Secara keseluruhan siswa mampu mempresentasikan hasil belajarnya dengan sangat baik. Namun, kami tidak ingin puas karena kami yakin adik-adik bisa lebih baik. Demikian, cerita dari tim edukasi kali ini. Terima kasih.

Penutupan Youth Capacity Building Series Program BOLA

Setelah berjalan selama 3 bulan (mulai Februari – Mei 2020), pada 8 Mei 2020 Youth Capacity Building Series (YCBS) resmi ditutup. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan diadakannya forum anak di Yayasan KDM. Sebanyak 17 peserta dari KDM mendapatkan sertifikat penghargaan atas keikutsertaannya selama 4 minggu. Selain itu, kami juga menyeleksi 5 peserta terbaik dalam YCBS. Kriteria peserta terbaik ditentukan dari penugasan pasca workshop, hasil peningkatan pengetahuan pada pretest-posttest, kontribusi dalam kelompok, dan kemampuan menyampaikan gagasan di kelas.

YCBS adalah sebuah program pemberdayaan pemuda (13-17 tahun) di tingkat ASEAN sebagai hasil kerjasama antara program BOLA dengan Right to Play Thailand (dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri Norwegia dan Sekretariat ASEAN). Program BOLA mengambil tema “Play Based Thinking” dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak muda dalam berpikir kritis, kreatif, problem solving, pengambilan keputusan, perencanaan dan pengorganisasian. Peserta juga diajak belajar membuat rencana pengembangan diri jangka pendek yang dapat membantu merumuskan langkah-langkah pencapaian tujuan.

Awalnya YCBS dirancang untuk anak-anak remaja dari mitra-mitra program BOLA. Kegiatan tersebut dilakukan selama Februari – pertengahan Maret 2020. Namun, sejak wabah Covid 19 meledak di Indonesia, kegiatan tersebut sudah dialihkan kepada anak-anak di asrama KDM selama masa karantina setempat. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan peserta.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta dapat berpikir lebih sistematis dan analitis sehingga dalam mengambil keputusan dan membuat rencana tidak hanya berdasarkan emosi yang bersifat sementara. Semoga kegiatan pendidikan kecakapan hidup semacam ini dapat kembali diselenggarakan di masa yang akan datang.

Cerita dari Kantor: Keputusan Sulit tetapi Harus Diambil

Sejak dibukanya kasus Covid-19 pertama di Indonesia, kami sudah mulai memikirkan situasi ini akan semakin memburuk. Dalam beberapa kesempatan, kami terpaksa menunda kunjungan dan kegiatan yang direncanakan dengan teman-teman relawan. Kami masih melakukan aktivitas seperti biasa, bertemu dengan mitra, aktivitas di komunitas, pelatihan futsal masih berlangsung. Memasuki minggu kedua bulan Maret, dengan semakin maraknya pemberitaan dan informasi kasus yang semakin meningkat, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan semua kegiatan di luar kantor dan asrama. Kami tahu kondisi ini tidak mudah bagi semua pihak, namun demi kepentingan terbaik anak dan keselamatan semua pihak, menunda adalah keputusan terbaik.

Tidak terasa ini sudah sebulan sejak pemerintah mengeluarkan imbauan untuk bekerja dari rumah. Bagi kami di KDM, bekerja dari rumah tidak berlaku untuk semua staf. Hampir semua staf kami masih datang ke KDM karena untuk kegiatan belajar bersama anak, selain mengingat jarak yang tidak terlalu jauh. Staf yang hadir harus melalui proses pengecekan suhu tubuh, cuci tangan di pos pemeriksaan, dan wajib memakai masker. Yang dipastikan sehat, tidak ada gejala batuk atau flu. Menjaga jarak aman untuk berinteraksi juga diterapkan kepada semua staf dan anak-anak.

Kami berharap keadaan ini segera berakhir, dan semua teman KDM dimanapun berada dalam kondisi yang baik dan sehat dengan orang-orang tersayang. Kami sungguh menunggu waktu kedepannya supaya dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa, bisa ketemu langsung sama teman semua. Saat ini sudah memasuki bulan puasa (Ramadhan). Tidak lupa, kami berdoa dan berharap teman-teman yang menjalani puasa bisa menjalaninya dengan lancar. Semoga kita semua tetap sehat. Sampai bertemu lagi nanti.

Lawan Covid-19, Lindungi Anak

Saat Pandemi Covid-19, Yayasan KDM dan Sahabat Anak berinisiatif melakukan gerakan “Lawan Covid-19”. Gerakan ini merupakan kontribusi kami dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya anak jalanan dan kelompok marginal. UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, disebutkan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua.

Anak selalu menjadi kelompok yang paling rentan di masa-masa sulit, terutama pada kelompok marginal. Keterbatasan sumber daya dan kemampuan anak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri menjadi alasan mengapa anak perlu mendapatkan perlindungan dan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Konvensi PBB tentang Hak Anak menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan perlindungan, dimana selama pandemi ini, hak tersebut terancam hilang.

Dalam situasi pandemi ini, kami mendengar sedikit cerita, baik dari anak maupun orang tua dari anak yang berada dalam situasi sulit. Mereka kesulitan mendapatkan makanan karena orang tua tidak mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di Serang, Banten, sempat diberitakan ada keluarga yang kelaparan dan hanya minum air (https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4984528/imbas-corona-irt-di-serang-meninggal -diduga -famine-only-drink-water). Potensi masalah ini telah teridentifikasi sejak himbauan “di rumah aja” dan aturan “social distancing” yang diberlakukan sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sejak 1 April 2020 , kami telah bergerak melalui kerjasama dengan mitra dan relawan di masyarakat, untuk menggalang bantuan dalam bentuk barang dan dana. Bantuan yang disalurkan kepada anak-anak dan keluarganya dalam bentuk paket sembako yang diharapkan cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup selama seminggu. Kami juga menyiapkan poster edukasi pencegahan COVID-19 dan fasilitas cuci tangan untuk setiap lokasi penerima bantuan. Hingga saat ini, 1.088 paket bantuan telah berhasil dikirimkan kepada anak-anak dan keluarganya, beserta poster edukasi dan fasilitas cuci tangan di 24 lokasi, di Jakarta dan sekitarnya.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial adalah aset utama Gerakan “Lawan Covid-19”. Pengalaman di lapangan, kesadaran teman-teman relawan memberikan informasi, menetapkan prioritas penerima bantuan, dan dukungan sumber daya dari para donatur yang pada akhirnya mewujudkan pemenuhan hak anak untuk beberapa waktu yang akan datang. Kami berharap Corona yang mengakibatkan kelaparan tidak terulang kembali di masa mendatang. Semoga gerakan “Lawan Covid-19” dapat terus berlanjut bersama dengan gerakan gotong royong lainnya untuk menjaga dan melindungi anak-anak.

KDM Tanggapi Covid-19 – Saatnya Berubah!

Situasi kali ini berbeda dari biasanya, banyak perubahan harus dilakukan baik sebagai individu maupun sebagai sebuah organisasi. Melalui pertemuan dengan staf dan anak-anak, kami menyepakati mekanisme bersama untuk menjaga KDM dan bersiap menghadapi semua situasi yang memburuk. Kegiatan membersihkan area KDM semakin aktif, aktifkan cuci tangan, juga menjaga jarak fisik, dan menghindari kontak langsung. Setiap minggu di area KDM, kami melakukan desinfeksi dan pembersihan ekstra untuk fasilitas yang sering disentuh banyak orang, seperti gagang pintu, meja, dan ruang pertemuan.

Setiap hari ada 2 anak yang bertugas jaga pos depan, pengunjung hanya diperbolehkan masuk pos depan dan menunggu sampai diperbolehkan bila perlu. Untuk setiap pengiriman barang, belanja kebutuhan sehari-hari harus berhenti sampai di pos terdepan untuk didisinfeksi sebelum digunakan. Gerbangnya selalu kami kunci, tidak lagi buka seperti biasanya, informasi tentang panduan masuk ke area KDM dan edukasi terkait COVID-19 terpampang di gerbang.

Sejak minggu ketiga, bulan Maret, kami telah menyiapkan 1 rumah khusus untuk isolasi mandiri. Anak-anak di rumah tersebut harus pindah ke rumah lain agar rumah isolasi dapat digunakan. Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi jika ada anak yang membutuhkan isolasi mandiri, baik yang berada di dalam asrama maupun di luar asrama. Kami akhirnya sampai dengan 4 orang anak, referensi dari Yayasan Sahabat Anak. Dimulai dengan kasus kematian akibat Covid-19 di lingkungan sekitar rumah tempat mereka tinggal. Demi keluarga dan keselamatan mereka, kami memutuskan untuk menerima mereka menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Kami bersyukur selama 14 hari mereka dalam keadaan sehat, tidak demam, batuk-batuk, dan akhirnya bisa bergabung dengan anak-anak yang lain. Persiapan dan edukasi mengapa isolasi mandiri ini dilakukan penting bagi seluruh anak dan penghuni Asrama KDM.

Di KDM, kami kembali belajar dan berubah bersama menghadapi situasi sulit ini. Kebersihan ditingkatkan, disiplin lebih dibutuhkan, dan saling peduli diperkuat. Saatnya untuk belajar lebih banyak, membangun pemikiran yang baik, dan tetap sehat dalam situasi sulit.

Semester Baru, Adik-adik Jalani Rutinitas Baru

Ada sesuatu yang baru dalam jadwal sekolah adik-adik KDM. Nah setiap pagi adik-adik akan berolahraga selama 30 menit sebelum memulai pelajaran.

Setiap hari ada 3 jenis olah raga yang berlangsung dan anak-anak dapat memilih untuk mengikuti jenis olah raga yang mereka sukai. Tenis meja dan dodgeball selalu ada setiap hari. Kemudian ada variasi latihan fisik yang berbeda setiap hari. Setiap Senin dan Jumat ada yoga. Pada hari Selasa ada senam kardio. Senam Kardio pada hari Rabu dan Kamis terdapat futsal.

Kegiatan olahraga ini dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian bahwa proses pembelajaran dan mood anak dan remaja akan meningkat dengan baik jika diawali dengan aktivitas fisik yang singkat. Sebelum proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, olahraga singkat setiap hari juga meningkatkan daya tahan tubuh yang sangat penting untuk dijaga selama periode Covid-19.

Sudah hampir satu bulan kegiatan olahraga ini berlangsung. Semoga semua adik semakin rajin berolahraga dan tumbuh dengan sehat, kuat, dan bahagia.