Model pendidikan yang dijalankan di sekolah Yayasan KDM memberi ruang bagi para pengajar untuk terus berinovasi dalam proses belajar. Salah satu yang menarik perhatian pada semester lalu adalah hadirnya kelas stand-up comedy atau komedi tunggal yang difasilitasi oleh Kak Yessy. Kelas ini langsung mendapat antusiasme tinggi dari para murid karena menghadirkan suasana belajar yang berbeda, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian mereka.
Di kelas ini, anak-anak tidak hanya belajar membuat materi yang lucu, tetapi juga belajar mengenal diri sendiri, berani menyampaikan keresahan, dan lebih peka terhadap lingkungan di sekitar mereka. “Stand-up sesungguhnya mengajarkan seseorang untuk terbuka terhadap diri sendiri dan juga kritis terhadap apa yang ada di sekitarnya,” ujar Yessy. Melalui proses tersebut, anak-anak diajak melihat bahwa humor juga dapat menjadi cara untuk memahami kehidupan.
Selama 10 minggu pembelajaran, para murid mencoba mengolah pengalaman sehari-hari menjadi cerita yang menghibur sekaligus bermakna. Mereka belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri, mengatur emosi saat tampil, serta membangun keberanian untuk berbicara di depan banyak orang. Proses ini menjadi pengalaman baru yang membantu mereka bertumbuh, bukan hanya dalam kemampuan tampil, tetapi juga dalam cara berpikir dan mengekspresikan diri.
Pada pameran hasil belajar beberapa waktu lalu, setiap anak tampil membawakan materi stand-up mereka di hadapan guru, staf, dan teman-teman. Tawa yang hadir dari para penonton menjadi bukti bahwa mereka berhasil menyampaikan cerita dengan baik. Lebih dari sekadar mengundang tawa, kelas ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar berpikir kritis, berani bersuara, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.