Pada semester ini, yang dimulai sejak Oktober 2025, adik-adik di sekolah KDM belajar tentang Pangan, Kemanusiaan, Keberlanjutan dan Kewirausahaan. Sejak awal, tema ini langsung menarik perhatian mereka. Rasa ingin tahu muncul dari pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang makanan, lalu berkembang menjadi percakapan yang lebih dalam tentang kehidupan dan keberlangsungan manusia.

Dalam proses belajar, adik-adik mulai memahami bahwa pangan bukan sekadar soal makan sehari-hari. Mereka diajak melihat bagaimana konflik di berbagai daerah—termasuk yang berkaitan dengan tanah adat—sering kali berakar pada kebutuhan primer manusia. Mereka juga belajar bahwa ketersediaan pangan di suatu negara memegang peran penting dalam perencanaan pembangunan dan masa depan sebuah bangsa.

Kami sangat bersyukur atas kehadiran kakak-kakak relawan yang dengan tulus berbagi wawasan dan pengetahuan kepada adik-adik. Melalui cerita, pengalaman, dan diskusi yang hangat, adik-adik mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang pangan. Tanpa pendampingan para relawan, mungkin pembelajaran ini tidak akan sedalam dan sebermakna ini.

Kami percaya bahwa perubahan tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu kolaborasi untuk mewujudkannya. Seperti satu kutipan yang hingga hari ini terus kami pegang, “dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak.” Dan di ruang belajar ini, kami melihat bagaimana desa itu perlahan tumbuh—dari para relawan, pendamping, dan semua pihak yang berjalan bersama adik-adik.