Sejak berusia 10 tahun, aku sudah bercita-cita menjadi seorang penari profesional. Perjumpaan dengan dua orang relawan dari Belanda yang saat itu mengajarkan aku dan teman-teman menari membuatku tertarik dengan dunia seni gerak indah ini. Momen tersebut menjadi momen yang akan selalu aku ingat dan pegang selama menjalani hari-hari sebagai seorang anak.
Tahun demi tahun berganti, aku merasa cita-cita itu terus semakin kuat di dalamku. Sampai pada akhirnya, di saat menentukan dimana aku harus memilih kemana aku akan melanjutkan hidupku setelah lulus tingkat sekolah menengah atas. Aku bersyukur memiliki kakak-kakak Pembina di KDM yang bisa menjadi tempatku untuk berdiskusi. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga membukakan pikiran serta memastikan aku tidak salah membuat pilihan.
Dari beragam pilihan yang ada, aku akhirnya memantapkan diri memilih jurusan seni pertunjukkan di Institut Kesenian Jakarta. Satu tahun pertama adalah masa-masa yang sangat menyulitkanku di bangku kuliah. Aku ragu apakah bisa meneruskan perjalananku ini. Namun, melihat semua dukungan dari orang-orang sekitarku, aku bangkit. Perlahan tetapi pasti, aku kembali membangun diriku agar bisa semangat dan meraih apa yang menjadi cita-citaku dari kecil.

Empat tahun berlalu dan akhirnya aku lulus dengan hasil yang memuaskan. Toga yang kupakai di saat wisuda menjadi pakaian yang akan menjadi sejarah dalam bab kehidupanku. Ini bukanlah akhir dari cerita aku mewujudkan impianku, tetapi awal yang indah untuk menuliskannya. Terima kasih kakak-kakak di KDM, para sponsor, dan juga kakak-kakak relawan yang tidak bisa aku sebut satu per satu. Ini bisa terjadi adalah berkat kalian. Terima kasih sudah menjadi perpanjangan tangan dan kasih Tuhan bagi hidupku. Aku tidak akan pernah melupakannya.