Perjumpaan saya dengan KDM terjadi saat 2009. Ketika itu, saya bertemu dengan salah satu tim rescue di jalan yang biasa menjadi tempat saya bermain dan bekerja. Dalam momen tersebut, sang kakak mengatakan bahwa kehidupan saya di masa depan dapat lebih baik daripada kehidupan yang saya jalani saat itu.

Saya pun tertarik dan memutuskan untuk mau masuk dalam proses pembinaan di KDM. Di zaman itu, saya tidak bisa langsung masuk ke sentra, tetapi saya harus menjalani proses adaptasi terlebih dahulu di Cileungsi.

Di KDM, saya banyak belajar dari setiap orang yang ada. Para relawan, tamu, dan tentunya kakak-kakak staf. Dari kakak-kakak di KDM, saya belajar tentang kedisiplinan. Saya yang awalnya hidup semaunya, tetapi berkat dampingan dan bimbingan dari kakak-kakak, saya jadi mengerti akan pentingnya membangun kebiasaan-kebiasaan baik.

Satu hal lagi yang saya pelajari di KDM adalah bagaimana kakak-kakak mendidik kami semua agar bisa percaya diri. Bertemu dengan orang-orang baru termasuk dengan yang dari luar negeri membuat kami menjadi berani untuk berbicara dan tampil di depan. Bahkan berkat hal ini, saya jadi gemar untuk mendalami Bahasa Inggris.

Saya sungguh bersyukur dapat bertemu dengan KDM. Bagi saya, KDM adalah keluarga. Di tempat ini lah , saya merasakan kasih-sayang. Terima kasih KDM untuk semuanya.

*Testimoni dari Wahyudin (alumni KDM 2019)